Waisak: Sebuah Awal Menuju Pencerahan

26 11 2009

Salah satu hari raya penting bagi penganut agama Buddha adalah Hari Raya Tri-Suci Waisak atau lebih sering disebut Waisak. Etimologi kata “Waisak” sendiri berasal dari bahasa Pali, Vesākha atau di dalam bahasa Sansekerta disebut Vaiśākha. Nama “Vesakha” sendiri diambil dari penamaan bulan Vaiśākha, bulan ke-2 dalam system Lunar Calendar bangsa India yang biasanya jatuh pada bulan Mei dalam kalender Masehi (Gregorian Calendar). Namun, terkadang Hari Raya Waisak dapat juga jatuh di sekitaran akhir bulan April atau di awal bulan Juni, perbedaan tersebut jelas dipengaruhi oleh siklus/fase bulan.
Pada fase pertama purnama sidhi (full moon) di bulan Waisak (Mei) terjadi peristiwa penting dalam perjalanan hidup Siddharta Gautama, yaitu:

  • Lahirnya Siddharta di Taman Lumbini (sekarang Nepal) di tahun 623 S.M.,
  • Pangeran Siddharta mencapai Pencerahan Sempurna dan menjadi Buddha di Bodh-Gaya) pada usia 35 tahun di tahun 588 S.M., dan
  • Buddha Gautama mangkat (mahaparinirvana) di Kusinara pada usia 80 tahun di tahun 543 S.M.